Info LP2M IAI DDI SIDRAP
Minggu, 26 Jul 2026
  • Informasi Seputar Kegiatan dan update LPPM Institut Agama Islam Darud Dakwah Wal Irsyad Sidenreng Rappang
  • Informasi Seputar Kegiatan dan update LPPM Institut Agama Islam Darud Dakwah Wal Irsyad Sidenreng Rappang
14 Juli 2026

Diseminasi Mappamula Pertanian Dorong Generasi Muda Lestarikan Kearifan Lokal Bugis

Sel, 14 Juli 2026 Dibaca 32x IAI DDI SIDRAP / Pengabdian Masyarakat

LPPMIAIDDISIDRAP – Dalam upaya memperkenalkan dan melestarikan warisan budaya lokal, telah dilaksanakan Diseminasi dan Diskusi Umum Mappamula Pertanian kepada Generasi Muda Sidenreng Rappang pada Ahad, 12 Juli 2026, bertempat di Auditorium IAI DDI Sidenreng Rappang.

Kegiatan ini mengusung tema “Mappamula Pertanian kepada Generasi Muda Sidenreng Rappang” sebagai upaya memperkenalkan, melestarikan, dan mengaktualisasikan nilai-nilai budaya Mappamula Pertanian dalam menghadapi tantangan pembangunan pertanian masa kini. Peserta kegiatan terdiri atas mahasiswa, akademisi, guru, dan dosen yang antusias mengikuti rangkaian diskusi hingga selesai.

Kegiatan dipandu oleh A. Rio Makkulau Wahyu selaku fasilitator sekaligus penerima Dana Hibah Fasilitasi Pemajuan Kebudayaan Tahun 2026 dari Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah XIX, Kementerian Kebudayaan Sulawesi Selatan. Dalam sambutannya, ia menyampaikan bahwa Mappamula Pertanian merupakan warisan budaya yang mengandung nilai kebersamaan, gotong royong, rasa syukur, dan penghormatan terhadap alam yang perlu diwariskan kepada generasi muda.

Narasumber pertama, Ahmad Yani, menyampaikan materi bertajuk “Menghidupkan Tradisi Pertanian Masyarakat Bugis: Dari Ritual Menuju Ketahanan Pangan Berbasis Budaya.” Ia menekankan bahwa tradisi Mappamula bukan sekadar ritual adat, melainkan mengandung nilai-nilai sosial, spiritual, dan ekologis yang relevan dalam mendukung pembangunan pertanian berkelanjutan serta penguatan ketahanan pangan berbasis budaya lokal.

Selanjutnya, narasumber kedua, Trian Fisman Adisaputra, membawakan materi “Mappamula Ase: Paradoks Masyarakat Urban.” Dalam paparannya, ia mengulas tantangan pelestarian tradisi Mappamula di tengah perkembangan masyarakat modern dan urbanisasi. Menurutnya, generasi muda memiliki peran penting dalam menghidupkan kembali nilai-nilai budaya melalui inovasi, dokumentasi digital, serta pemanfaatan media sosial sebagai sarana edukasi dan promosi budaya.

Diskusi berlangsung interaktif dengan berbagai pertanyaan dan gagasan dari peserta mengenai strategi pelestarian budaya Mappamula Pertanian di tengah perubahan zaman. Kegiatan ini diharapkan menjadi ruang kolaborasi antara akademisi, budayawan, dan generasi muda dalam menjaga keberlanjutan warisan budaya Bugis agar tetap hidup, berkembang, dan memberikan kontribusi bagi pembangunan pertanian serta penguatan identitas budaya masyarakat Sidenreng Rappang.

Melalui kegiatan ini diharapkan tumbuh kesadaran bersama bahwa Mappamula Pertanian bukan hanya bagian dari masa lalu, tetapi juga menjadi sumber nilai, pengetahuan, dan inspirasi dalam mewujudkan pembangunan pertanian yang berkelanjutan dan berakar pada kearifan lokal.

Artikel ini memiliki

0 Komentar

Tinggalkan Komentar