LPPMIAIDDISIDRAP.ac.id – Lima mahasiswa Fakultas Tarbiyah kembali melaksanakan kegiatan simulasi presentasi sebagai bagian dari rangkaian persiapan keberangkatan Student Mobility 2023 yang dijadwalkan berlangsung pada 21 September hingga 1 Oktober 2023. Kegiatan simulasi ini dilaksanakan di Ruang Senat Gedung Rektorat Lantai 2, dengan tujuan meningkatkan kesiapan akademik, mental, dan kemampuan komunikasi mahasiswa sebelum mengikuti kegiatan internasional.
Simulasi presentasi ini difokuskan pada penguatan materi dan kemampuan penyampaian gagasan secara sistematis dan komunikatif, khususnya dalam penggunaan bahasa Inggris sebagai bahasa pengantar. Terdapat tiga topik utama yang akan dipresentasikan oleh mahasiswa, yaitu budaya tudang sipulung masyarakat Bugis, komunitas Muslim Bugis Tolotang, serta pelaksanaan pendidikan anak usia dini. Pemilihan ketiga tema tersebut didasarkan pada upaya mengenalkan kearifan lokal suku Bugis serta relevansinya dengan nilai-nilai pendidikan dan perkembangan sosial masyarakat, sehingga diharapkan dapat memberikan kontribusi akademik dalam forum internasional.
Sebelum pelaksanaan simulasi, mahasiswa telah melakukan observasi lapangan secara langsung di beberapa lokasi yang relevan dengan topik masing-masing. Hasil observasi tersebut kemudian dituangkan dalam bentuk karya tulis yang telah melalui proses pembimbingan penulisan akademik. Tahapan ini bertujuan untuk memastikan keakuratan data, ketajaman analisis, serta kesesuaian materi dengan standar presentasi ilmiah.
Dalam kegiatan simulasi, mahasiswa berlatih menyampaikan materi di hadapan audiens dengan didampingi oleh staf penanggung jawab program dan Rektor, yang secara langsung memantau serta memberikan masukan konstruktif terkait substansi materi, teknik presentasi, dan kepercayaan diri mahasiswa. Meskipun penggunaan bahasa Inggris menjadi tantangan tersendiri, mahasiswa menunjukkan antusiasme dan semangat belajar yang tinggi sebagai bekal untuk tampil optimal di forum akademik internasional.
Salah satu peserta, Jingga Sukmawati, mahasiswa Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI), menyampaikan bahwa kegiatan simulasi ini sangat membantu dalam meningkatkan kesiapan dirinya. “Saya masih harus terus belajar agar dapat tampil lebih baik di kampus tempat konferensi nanti,” ujarnya. Melalui kegiatan ini, diharapkan mahasiswa Fakultas Tarbiyah mampu menjadi duta akademik yang tidak hanya membawa nama baik institusi, tetapi juga memperkenalkan kekayaan budaya dan praktik pendidikan lokal Indonesia di kancah global.
Tinggalkan Komentar