lppmiaiddisidrap.ac.id – Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) bertajuk “Pemberdayaan Ekonomi Lokal: Transformasi Petani Nanas Madu Desa Jangan-Jangan Kabupaten Barru Melalui Pendampingan Inovasi Olahan Nanas (Onas)” dilaksanakan selama tiga hari, 31 Oktober hingga 2 November 2025, di Desa Jangan-Jangan, Kabupaten Barru. Program ini dipimpin oleh Dr. Syamsiah Muhsin, M.E., sebagai upaya meningkatkan nilai tambah komoditas nanas madu melalui inovasi produk olahan.
Pada hari pertama, kegiatan difokuskan pada penguatan kapasitas dan literasi ekonomi petani. Para peserta mendapatkan materi mengenai pentingnya hilirisasi produk pertanian, pengelolaan usaha mikro, serta strategi peningkatan daya saing produk lokal. Diskusi berlangsung aktif dan partisipatif, dengan para petani berbagi pengalaman sekaligus menyampaikan berbagai tantangan dalam memasarkan hasil panen nanas madu yang selama ini umumnya dijual dalam bentuk segar tanpa proses pengolahan lanjutan.
Memasuki hari kedua, kegiatan dilanjutkan dengan praktik langsung pembuatan aneka olahan nanas, seperti selai, cuka, dan sirup. Peserta dibimbing mulai dari tahap pemilihan bahan baku berkualitas, penerapan teknik pengolahan yang higienis, hingga proses pengemasan yang menarik dan memiliki nilai jual. Tim PKM juga memberikan pendampingan dalam menghitung biaya produksi dan menentukan harga jual produk guna memastikan keberlanjutan dan keuntungan usaha.
Pada hari ketiga, fokus kegiatan diarahkan pada strategi pemasaran dan penguatan kelembagaan kelompok usaha. Materi yang disampaikan meliputi teknik branding sederhana, pemanfaatan media sosial sebagai sarana pemasaran digital, serta pentingnya kerja sama kelompok dalam menjaga konsistensi produksi dan kualitas produk. Peserta turut menyusun rencana tindak lanjut sebagai langkah konkret menjaga keberlanjutan program.
Dr. Syamsiah Muhsin berharap kegiatan ini tidak berhenti pada tahap pelatihan semata, tetapi mampu melahirkan kelompok usaha olahan nanas yang produktif dan berdaya saing. Ia menegaskan pentingnya komitmen dan konsistensi petani dalam mengembangkan inovasi yang telah diperoleh. “Kami berharap para petani dapat terus berinovasi, menjaga kualitas produk, serta memanfaatkan peluang pasar yang ada sehingga nanas madu Desa Jangan-Jangan tidak hanya dikenal sebagai buah segar, tetapi juga sebagai produk olahan unggulan daerah,” ujarnya.
Melalui kegiatan ini, para petani nanas madu di Desa Jangan-Jangan diharapkan mampu mengembangkan usaha olahan nanas secara mandiri dan berkelanjutan. Inovasi produk dan penguatan kapasitas usaha tersebut diharapkan tidak hanya meningkatkan pendapatan keluarga petani, tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi lokal di tingkat desa.


Editor : Wandy Renaldy
Tinggalkan Komentar